Home » , » Karakteristik Lempeng Tektonik dan Sebarannya

Karakteristik Lempeng Tektonik dan Sebarannya

Written By Tasrif Landoala on Minggu, 20 Oktober 2013 | 21.04


Akibat gerakan pembentukan muka bumi maka kerak bumi yang tebalnya sekitar 40 km dan di dasar samudera sekitar 10 km, terpecah menjadi sekitar 12 lempeng. Masing-masing lempeng bergerak mendatar, akibatnya terjadi pertemuan-pertemuan. Ada tiga jenis pertemuan lempeng tektonik, yaitu sebagai berikut:
1.    Di daerah dua lempeng bertemu/bertabrakan terjadi keadaan sebagai berikut:
a.    Terjadi aktivitas intrusi, ekstrusi, dan vulkanisme.
b.   Merupakan hiposentrum dalam dan dangkal.
c. Lempeng dasar samudera masuk di bawah lempeng benua terjadi palung-palung laut.
d.   Tepi lempeng benua terjadi pegunungan, deretan pulau-pulau yang bergunung api.
e.    Terjadi tumpukan sedimen campuran/batuan campuran/melange.

Di antara benua Australia dan Antartika terdapat pematang tengah samudera. Pematang ini melebar sebesar 6 - 7,5 cm per tahun. Pelebaran dasar samudera ini mendorong lempengan India - Australia ke arah utara sehingga bertabrakan dengan lempengan Eurasia. Tabrakan ini dimulai sekitar 25 juta tahun yang lalu dan terus berlanjut hingga sekarang.
Lempengan India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia. Proses ini disebut penunjaman. Tabrakan kedua lempengan tersebut membentuk Pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda, dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Ausralia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehingga membentuk Teluk Carpentaria dan Laut Timor serta Laut Arafuru.
Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Di banyak tempat, magma ini kemudian muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api.

2.    Di daerah lempeng bertemu/berpapasan terjadi keadaan sebagai berikut:
a.    Terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah dan gempa tidak kuat
b.   Terdapat jalur tanggul di dasar laut yang terputus-putus.

3.    Di daerah dua lempeng yang saling berjauhan terjadi keadaan sebagai berikut:
a.  Pembentukan tanggul di dasar samudera sepanjang perenggangan lempeng, seperti tanggul-tanggul di dasar Samudera Atlantik, Samudera Pasifik.
b.   Persebaran lempeng tektonik di bumi.
c.    Benua Amerika bergerak menjauh dengan benua Afrika dan Eropa.
d.   Vulkanisme dasar laut menghasilkan lava basa/lava encer.
e.    Aktivitas gempa di dasar laut.

Lempeng dasar samudera yang lebih tipis, dapat didesak ke bawah oleh lempeng benua yang lebih tebal dan keras. Di tempat ini terbentuk palung laut, yaitu dasar laut yang dalam dan memanjang. Carilah di peta nama-nama palung laut Aleut, Jepang, Guam, dan Mindanao (Mariana). Itulah tempat lempeng dasar Samudera Pasifik yang menunjam ke bawah lempeng Benua Asia. Palung Jawa di sebelah selatan Pulau Jawa merupakan tempat pertemuan antara lempeng Benua Asia dan lempeng dasar Samudera Hindia.
Pegunungan di pantai Barat Amerika, deretan Pulau Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara itu adalah akibat dari pembentukan lempeng benua. Di sepanjang pegunungan dan pulau-pulau itu bermunculan puncak gunung api. Di wilayah tersebut sering terjadi gempa bumi yang kadang-kadang sangat kuat.
Pada peta di bawah ini kita dapat mengamati daerah-daerah persebaran lempeng tektonik di bumi. Amatilah peta lempeng-lempeng tektonik di bumi pada gambar berikut:




Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Kuliah Geografi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger