Home » » Batuan Metamorf

Batuan Metamorf

Written By Tasrif Landoala on Senin, 11 November 2013 | 10.29



Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk dari proses metamorfisme batuan-batuan sebelumnya karena perubahan temperatur dan tekanan. Metamorfisme terjadi pada keadaan padat (padat ke padat) meliputi proses kristalisasi, reorientasi dan pembentukan mineral-mineral baru serta terjadi dalam lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkungan batuan asalnya terbentuk. Banyak mineral yang mempunyai batas-batas kestabilan tertentu yang jika dikenakan tekanan dan temperatur yang melebihi batas tersebut maka akan terjadi penyesuaian dalam batuan dengan membentuk mineral-mineral baru yang stabil. Disamping karena pengaruh tekanan dan temperatur, metamorfisme juga dipengaruhi oleh fluida, dimana fluida (H2O) dalam jumlah bervariasi di antara butiran mineral atau pori-pori batuan yang pada umumnya mengandung ion terlarut akan mempercepat proses metamorfisme.


Batuan metamorf memiliki beragam karakteristik. Karakteristik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam pembentukan batuan tersebut :
a.    Komposisi mineral batuan asal
b.   Tekanan dan temperatur saat proses metamorfisme
c.    Pengaruh gaya tektonik
d.   Pengaruh fluida

Pada pengklasifikasiannya berdasarkan struktur, batuan metamorf diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a. Foliasi, struktur planar pada batuan metamorf sebagai akibat dari pengaruh tekanan diferensial (berbeda) pada saat proses metamorfisme.
b. Non-foliasi, struktur batuan metamorf yang tidak memperlihatkan penjajaran mineral-mineral dalam batuan tersebut.

1.    Pembagian Batuan Metamorf
Berdasarkan proses pembentukannya, batuan metamorf dibedakan atas :
a. Metamorfosa regional, terjadi akibat adanya peningkatan tekanan dan temperatur, namun dalam hal ini unsur tekanan lebih dominan dalam proses pembentukannya. Sebagai dampak dari dominasi tekanan dalam proses diagenesanya, maka struktur yang dijumpai pada batuan metamorf tipe metamorfosa regional adalah skistose dan filitik. Tipe metamorfosa ini terjadi dalam daerah yang sangat luas sehingga memungkinkan terjadinya konsentrasi atau dominasi tekanan dalam proses pembentukan batuan metamorf itu sendiri.
b.  Metamorfosa beban, terjadi akibat dominasi tekanan dalam proses pembentukannya, namun dalam tipe didapati tektur batuan asal yang tidak mengalami perubahan dan hal inilah yang membedakan tipe ini dengan tipe metamorfosa regional. Disamping itu, pada tipe ini juga didapati perubahan komposisi mineral batuan asal secara dominan, sehingga dapat diasumsikan bahwa tekanan dan luas daerah yang berlangsung dalam proses pembentukan batuan pada tipe ini sangatlah jauh beda jika dibanding dengan proses pembentukan batuan metamorf tipe regional.
c. Metamorfosa termal/kontak, terjadi akibat adanya peningkatan temperatur dan umumnya terjadi di daerah sekitar intrusi batuan plutonik. Sebagai dampak dari dominasi temperatur dalam proses pembentukan batuan pada tipe ini, maka struktur yang dijumpai adalah berupa struktur non foliasi dengan tekstur granoblastik dan hornfelsik.
d. Metamorfosa kataklastik, terjadi di daerah/zona sesar sehingga sering juga disebut metamorfosa dislokasi atau kinematik. Struktur yang dijumpai dalam tipe metamorfosa ini adalah milonitikdan filonitik.

2.    Klasifikasi Batuan Metamorf (Berdasarkan komposisi kimianya)
Klasifikasi ini di tinjau dari unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam batuan metamorf yang akan mencirikan batuan asalnya. Berdasarkan komposisi kimianya batuan metamorf terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu :
a.  Calcic Metamorphic Rock adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan yang bersifat kalsik (kaya unsur Al), umumnya terdiri atas batulempung dan serpih. Contoh: batusabak dan Phyllite.
b. Quartz Feldsphatic Rock adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya akan unsur kuarsa dan feldspar. Contoh : Gneiss.
c.  Calcareous Metamorphic Rock adalah batuan metamorf yang berasal dari batugamping dan dolomit. Contoh : Marmer.
d. Basic Metamorphic Rock adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan beku basa, semibasa dan menengah, serta tufa dan batuan sedimen yang bersifat napalan dengan kandungan unsur K, Al, Fe, Mg.
e. Magnesia Metamorphic Rock adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya akan Mg. Contoh : serpentit, sekis.

3.    Struktur dan Tekstur Batuan Metamorf
Struktur merupakan bentuk dari handspecimen atau masa batuan yang lebih besar. Struktur dibedakand ari teksture berdasarkan skalanya diman teksture merupakan bentuk mikroskopis yang sidudun oleh ukuran, bentuk, orientasi, dan hubungan butirnya. Pada batuan metamorf struktur terjadi karena proses deformasi. Tekstur pada batuan metamorf:
a. Tekstur foliasi, yaitu adanya kesejajaran orientasi mineral yang memperlihatkan adanya perlapisan dan kenampakan kelurusan. Contoh tekstur ini, yaitu:
1) Tekstur slaty, butirannya sangat halus (< 0,1 mm), kelurusan pada orientasi planardan subplanar, pecahannya berlembar. Contoh batuannya adalah slate.
2)  Tekstur phylitic, berbutir sangat halus sampai halus (kurang dari 0,5 mm), contoh batuannya adalah phylite.
3)  Tekstur schistose, berbutir halus sampai sangat kasar (>1 mm), contoh batuannya adalah schist.
4)   Tekstur gneissose, berbutir halus sampai sangat kasar, memperlihatkan perlapisan karena adanya perbedaan mineralogi.
5)   Tekstur foliasi porphyroblastik, berbutir sangat halus sampai sangat kasar dengan ukuran kristal yang besar (porphyroblastik) tertanam didalam matriks berfoliasi berukuran halus.
6)   Tektur mylonite.

b. Tekstur diablastik, tekstur yang dicirikan dengan tidak adanya kesejajaran buturan, berorientasi radial sampai acak, contoh tekstur ini adalah:
1)   Tekstur sheaf, tekstur yang memperlihatkan kelompok butiran yang berdabang.
2) Tekstur spherolublastik, yaitu tekstur yang memperlihatkan kelompok butiran yang radial.
3)   Tekstur fibroblastic, tekstur diablastik yang berukuran sama.

c.    Tekstur grano blastik:
1) Tekstur homogranular, merupakan tekstur yang memperlihatkan ukuran butir yang hamper sama.
2) Tekstur heterogranular, merupakan teksture yang memperlihatkan ukuran butir yang tidak seragam.
3) Tekstur heterogranoblastik, merupakan tekstur yang dicirikan oleh kumpulam mineral yang sama taapi dengan ukuran yang beragam.
4) Tekstur tekstur nodularblastik, merupakan tekstur yang memiliki nodular yang tersusun oleh mineral kecil dengan satu atau dua mineral dalam matrik yang memiliki komposisi berbeda.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Kuliah Geografi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger