Anda Pengunjung ke

Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Erosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Erosi. Tampilkan semua postingan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Erosi

Written By Tasrif Landoala on Selasa, 03 September 2013 | 06.36



Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya erosi air adalah :
1.    Curah Hujan
Sifat-sifat yang perlu diketahui adalah:
a.  Intensitas hujan: menunjukkan banyaknya curah hujan persatuan waktu. Biasanya dinyatakan dalam mm/jam atau cm/jam.
b.   Jumlah hujan: menunjukkan banyaknya air hujan selama terjadi hujan, selama satu bulan atau selama satu tahun dan sebagainya.
c.    Distribusi hujan: menunjukkan penyebaran waktu terjadinya hujan.

2.    Sifat-sifat Tanah
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah:
a. Tekstur tanah: tanah dengan tekstur kasar seperti pasir adalah tahan terhadap erosi, karena butir-butir yang besar (kasar) tersebut memerlukan lebih banyak tenaga untuk mengangkut. Tekstur halus seperti liat, tahan terhadap erosi karena daya rekat yang kuat sehingga gumpalannya sukar dihancurkan. Tekstur tanah yang paling peka terhadap erosi adalah debu dan pasir sangat halus. Oleh karena itu makin tinggi kandungan debu dalam tanah, maka tanah menjadi makin peka terhadap erosi.
b.  Bentuk dan kemantapan stuktur tanah: Bentuk struktur tanah yang membulat (granuler, remah, gumpal membulat) menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap ke dalam tanah, dan aliran permukaan menjadi kecil, sehingga erosi juga kecil. Struktur tanah yang mantap tidak akan mudah hancur oleh pukulan-pukulan air hujan, akan tahan terhadap erosi. Sebaliknya struktur tanah yang tidak mantap, sangat mudah oleh pukulan air hujan, menjadi butir-butir halus sehingga menutup pori-pori tanah. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran permukaan meningkat yang berarti erosi juga akan meningkat.
c.  Daya infiltrasi tanah: Apabila daya infiltrasi tanah besar, berarti air mudah meresap ke dalam tanah, sehingga aliran permukaan kecil dan erosi juga kecil.
d. Kandungan bahan organik: Kandungan bahan organik menentukan kepekaan tanah terhadap erosi karena bahan organik mempengaruhi kemantapan struktur tanah. Tanah yang mantap tahan terhadap erosi.

3.    Lereng
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin panjang. Apabila lereng makin curam maka kecepatan aliran permukaan meningkat sehingga kekuatan mengangkut meningkat pula. Lereng yang semakin panjang menyebabkan volume air yang mengalir menjadi semakin besar.

4.    Vegetasi (tumbuhan)
Pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah:
a.    Menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung di permukaan tanah, sehingga kekuatan untuk menghancurkan tanah dapat dikurangi.
b.    Menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air infiltrasi.
c.    Penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi (penguapan) melalui vegetasi.

Hutan paling efektif dalam mencegah erosi karena daun-daunnya dan rumputnya rapat. Untuk pencegahan erosi paling sedikit 70% tanah harus tertutup vegetasi.

5.    Manusia
Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diubah oleh manusia menjadi lebih baik atau buruk. Pembuatan teras-teras pada tanah berlereng curam merupakan pengaruh baik manusia, karena dapat mengurangi erosi. Sebaliknya penggundulan hutan di daerah pegunungan merupakan pengaruh yang jelek karena dapat menyebabkan erosi dan banjir.

Erosi dan Abrasi

Written By Tasrif Landoala on Minggu, 25 Agustus 2013 | 08.02



1.    EROSI
Di alam, erosi selalu dan akan tetap terjadi. Bentuk permukaan bumi selalu berubah sepanjang masa. Pada suatu tempat terjadi pengikisan, dan dilain tempat terjadi penimbunan. Proses ini terjadi secara alamiah dan sangat lambat tanpa disadari oleh manusia, akibatnya baru terlihat setelah berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun. Contoh klasik dalam hal ini adalah terbentuknya dataran pada Sungai Kalibrantas di Jawa Timur (dataran yang terbentuk dan diapit oleh Kali Mas dan Kali Porong). Proses pengikisan kulit bumi yang terjadi secara alami ini dikenal dengan nama “erosi geologi” atau erosi alam.
Erosi pada dasarnya merupakan proses perataan kulit bumi. Proses ini terjadi melalui penghancuran, pengangkutan dan pengendapan. Di alam, ada dua penyebab utama yang aktif dalam menimbulkan erosi, yaitu air dan angin. Erosi yang disebabkan oleh angin disebut erosi angin dan erosi jenis ini terutama dialami oleh daerah-daerah yang kering atau padang pasir.
Berbagai akibat yang dapat ditimbulkan erosi (erosi yang dipercepat) diantaranya yang penting adalah:
a.    Hilangnya lapisan tanah yang subur,
b.    Sedimentasi di muara sungai,
c.    Banjir dimusim hujan dan kekeringan pada musim kemarau,
d.   Pendangkalan saluran irigasi dan waduk

2.    ABRASI
Proses abrasi adalah pengikisan wilayah pantai sehingga wilayah darat berkurang (garis pantai mundur ke arah darat). Dampaknya cukup serius karena dapat merusak prasarana transportasi, jaringan listrik, perhubungan dan permukiman. Abrasi dan sedimentasi di perairan dekat pantai merupakan 2 proses geologi yang terkait. Jika terjadi abrasi pada suatu bagian pantai maka akan terjadi sedimentasi pada bagian pantai lainnya, akibat dari transpor sedimen oleh arus susur pantai dari tempat yang mengalami abrasi ke tempat yang mengalami sedimentasi.
Abrasi berpotensi terjadi pada wilayah pantai yang tersusun oleh formasi batuan aluvial atau batuan lepas. Agen utamanya adalah ombak dan arus susur pantai. Abrasi juga dapat dipicu oleh aktivitas manusia berupa pengambilan karang dari laut, pengambilan pasir di pantai dan pembabatan mangrove.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan Kuliah Geografi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger